Cukai adalah pajak yang diberikan oleh negara secara tidak langsung kepada pihak yang menggunakan objek cukai. Di Indonesia objek cukai saat ini antara lain untuk cukai hasil tembakau (rokok, cerutu, dll), etil alkohol, dan minuman keras. Dengan adanya pengenaan cukai ini, pemerintah berharap dapat menghalangi penggunaan objek cukai digunakan secara bebas. Sedangkan pabean adalah kegiatan yang menyangkut pemungutan bea masuk dan pajak dalam rangka impor dan bea keluar untuk ekspor.

Untuk masyarakat Indonesia sendiri, mungkin hanya segelintir orang yang paham tentang proses impor dan pabean. Pada artikel ini akan dibahas mengenai proses impor dan pabean. Jadi kalian dapat memahami gimana sih urutan dari awal hingga akhir poses impor. Kegiatan impor sendiri dapat dikatakan sebagai proses jual beli biasa, hanya saja penjual berada di luar negeri dan pembeli berada di Indonesia.

Tahapan Proses Impor:

  • Hal yang penting dalam setiap kali transaksi impor adalah terbitnya letter of credit yang dibuka oleh pembeli di Indonesia melalui Bank.
  • Kemudian penjual dari luar negeri akan mendapat uang dari bank di negaranya setelah barang dikirimkan dan menyerahkan dokumen-dokumen terkait dengan pengiriman barang dan spesifikasi barang.
  • Dokumen-dokumen tadi akan dikirimkan ke Bank yang ada di Indonesia untuk ditebus oleh importir.
  • Dokumen tersebut oleh importir akan digunakan untuk mengambil barang yang sudah dikirim oleh penjual.
  • Barang impor yang diangkut oleh kapal pengangkut barang (kargo) internasional hanya akan tiba di pelabuhan-pelabuhan resmi pemerintah, misal Tanjung Priok (Jakarta).
  • Bongkar muatan barang akan dilakukan di pelabuhan resmi pemerintah tersebut.
  • Selanjutnya barang akan ditempatkan di penimbunan sementara. Untuk penyimpanan barang di tempat penimbunan ini akan dikenakan biaya atas sewa penggunaan ruang.
  • Setelah bank menerima dokumen impor dari bank negara penjual, maka importir harus mengambil dokumen tersebut dengan membayar L/C.
  • Kini saatnya importir mengambil barang dengan menggunakan dokumen dari bank (B/L, invoice, dll).
  • Importir wajib membuat pemberitahuan impor barang (PIB). Tanpa PIB importir tidak dapat mengambil barang. PIB ini dibuat setelah importir memiliki dokumen-dokumen dari bank.
  • Setelah importir menyelesaikan PIB dan membayar bea masuk serta (pungutan impor) pajak-pajak dalam rangka impor di bank, maka bank akan memberitahukan kepada DJBC secara on-line mengenai pengurusan PIB dan pelunasan bea masuk dan pajak impor. dalam tahap ini DJBC hanya tinggal menunggu importir menyerahkan PIB untuk diproses, penyerahan PIB inipun telah berkembang sedemikian rupa hingga untuk importir yang telah memiliki modul impor atau telah terhubung dengan sistem komputer DJBC dapat menyerahkan PIB secara elekronik (electronic data interchange system = EDI system) sehingga dalam prosesnya tak terdapat interaksi secara fisik antara importir dengan petugas DJBC.

Begitulah tahap demi tahap proses barang impor dari luar negeri dapat sampai ke tangan pembeli di Indonesia. Cukup panjang ya kan.

 

Gunakan jasa order ekspor impor dari Beyond Indonesia. Proses belanja dan pengiriman secara global menjadi mudah. Selain itu pengiriman lebih cepat, barang dijamin aman dan terpercaya.

Untuk info lebih lanjut hubungi Beyond Indonesia melalui:

SMS / WA       : 0838 3826 8230

LINE                : Beyond_Id

MAIL               : beyond_smg@hotmail.com

KASKUS         : https://kask.us/gXBOS