Author: Beyond Indonesia

  • Komoditas Impor Utama Indonesia

    Indonesia merupakan negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencaharian di bidang pertanian dan bercocok tanam. Meskipun sebagai negara agraris, Indonesia masih belum mampu untuk mencukupi kebutuhan bahan pangannya sendiri. Untuk mencukupinya, Indonesia masih sering mengimpor bahan-bahan pokok dari luar negeri. Jika dilihat, sebenarnya Indonesia mampu untuk memproduksinya sendiri.

    Berikut beberapa bahan pangan Indonesia yang masih impor dari luar negeri untuk periode Januari s.d. Juni 2013:

    1. Beras

    Nilai impor       : US$ 124,36 juta

    Volume impor : 239,31 juta kg

    Impor dari        : Vietnam, Thailand, Pakistan, India, dan negara lain.

    1. Jagung

    Nilai impor       : US$ 393,18 juta

    Volume impor : 1,29 miliar kg

    Negara asal     : India, Argentina, Brazil, Paraguay, dan negara lain.

    1. Gandum dan Mesilin

    Nilai impor       : US$1,22 miliar

    Volume impor : 3,24 miliar kg

    Negara asal     : Australia, Kanada, India, dan negara lain.

    1. Gula pasir

    Nilai impor       : US$ 20,06 juta

    Volume impor : 32,64 juta kg

    Negara asal     : Thailand, Malaysia, Australia, Korea Selatan, dan negara lain.

    1. Daging sejenis lembu

    Nilai impor       : US$ 87,25 juta

    Volume impor : 17,86 juta kg

    Negara asal     : Australia, Selandia Baru, AS, Singapura, dan negara lain.

    1. Daging ayam

    Nilai impor       : US$ 509,47 juta

    Volume impor : 826,33 juta kg

    Negara asal     : Malaysia

    1. Garam

    Nilai impor       : US$43,12 juta

    Volume impor : 923,57 juta kg

    Negara asal     : Australia, India, Jerman, Selandia Baru, dan negara lain.

    Selain bahan pangan, Indonesia juga melakukan impor barang. Berikut 5 komoditi utama impor Indonesia periode Januari s.d. Agustus 2012:

    1. Mesin dan peralatan mekanik

    Nilai impor       : 13,95 miliar rupiah

    1. Mesin dan peralatan listrik

    Nilai impor       : 9,47 miliar rupiah

    1. Besi dan baja

    Nilai impor       : 5,306 miliar rupiah

    1. Kendaraan bermotor dan bagiannya

    Nilai impor       : 4,93 miliar rupiah

    1. Bahan kimia organik

    Nilai impor       : 3,57 miliar rupiah

    Itulah komoditi utama impor Indonesia. Dengan melakukan impor maka kebutuhan dalam negeri akan terpenuhi. Agar tidak melakukan impor lagi, ayo ciptakan produk dalam negeri dengan kualitas yang lebih baik.

    Gunakan jasa ekspor dan impor dari Beyond Indonesia. Proses belanja dan pengiriman secara global menjadi mudah. Selain itu pengiriman lebih cepat, barang dijamin aman dan terpercaya.

    Untuk info lebih lanjut hubungi Beyond Indonesia melalui:

    SMS / WA       : +1(267) 307-3751

    LINE                : Beyond_Id

    MAIL               : beyond_smg@hotmail.com

    KASKUS         : https://kask.us/gXBOS